Jumat, 19 Juni 2020

Skripsi di Saat Pandemi Tetap Bikin Galau

Skripsi adalah salah satu tugas akhir yang wajib dikerjakan oleh mahasiswa semester akhir strata satu atau bisa disebut S1. Jika ingin lulus dari perguruan tinggi syarat utama adalah dengan selesai mengerjakan skripsi ini. Terkadang mahasiswa memiliki pandangan terhadap skripsi ini. Mereka beranggapan bahwa skripsi adalah tugas ter berat selama merasakan menjadi seorang mahasiswa. Skripsi memiliki bobot tertinggi dalam sistem sks untuk mahasiswa, maka tak jarang muncul rasa-rasa gelisah, galau, gundah merana ketika mahasiswa mengerjakan skripsi ini. Dari awal menjadi mahasiswa dan masuk perguruan tinggi seorang mahasiswa akan menikmati senangnya menjadi mahasiswa, hingga pertengahan banyak sekali tugas dan laporan hingga presentasi yang harus dikerjakan mahasiswa. Namun tugas itu semua memang belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang namanya skripsi. Menjalani kuliah selama 4 tahun dan harus dituntut lulus tepat waktu adalah beban berat bagi seorang mahasiswa. Beban tugas skripsi ini lah yang jadi batu sandungan bagi mahasiswa yang ingin lulus tepat waktu namun skripsi nya belum selesai dan belum menemui titik temu yang jelas.

Berawal dari menentukan topik penelitian sesuai dengan minat ketika menjalani kuliah dan nantinya akan diterapkan dalam topik skripsi yang akan diangkat. Menentukan topik skripsi bukan perkara yang mudah loh. Hal ini juga perlu persetujuan dosen, dan ujung-ujungnya jika topik skripsi tidak relevan dan hanya copas alias copy paste skripsi milik kakak tingkat dahulu maka dosen tidak akan mengACC topik kita. Di era perkembangan IPTEK sekarang ini, penentuan topik skripsi pun menjadi perhatian, para dosen ingin mahasiswa nya memiliki topik penelitian unik,inovatif,dan kreatif. Namun berpikir sampai situ saja terkadang membuat mahasiswa pusing tujuh keliling. Dan akhirnya mahasiswa memilih topik yang belum ada namun mengadopsi metode penelitian yang sudah ada. Ketika dosen sudah mengACC topik kita, hati dan pikiran kita rasanya bakal lega sejenak. Namun belum selesai sampai disitu untuk mempersiapkan seminar proposal kita harus menyusun proposal penelitian terlebih dahulu.

Penulisan seminar proposal juga tak semudah dan sembarangan. Mulai judul, kajian pustaka, hingga metode penelitian harus tepat dan sinkron dengan topik penelitian kita. Mulai disini lah mahasiswa akan merasakan galau, galau karena tiap hari harus ke prodi untuk konsultasi dengan dosen pembimbing. Ketika kata revisi keluar dari mulut dosen, maka itulah yang harus secepat mungkin kita kerjakan. Alhasil kepala menjadi pusing, galau pun bertambah, dan semangat akan terjun bebas. Penantian untuk segera ACC proposal penelitian kita untuk di seminarkan membuat jantung berdebar kencang, menunggu pengumuman jadwal kapan akan di seminarkan proposal penelitian kita.
Dan ketika jadwal keluar, hati pun langsung senang. Hehehe
Tapi belum selesai sampai situ ya, karna setelah menjalani seminar proposal pun galau dan sedih bakal langsung datang lagi. Ya, bukan lagi karena harus menghadapi yang namanya REVISI..


Untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, mahasiswa harus selesai dalam mengerjakan revisi seminar proposal kemarin. Kemudian jika sudah selesai akan menuju ke tahap pengambilan data di lapangan. Nah tahap ini pun juga terkadang membuat mahasiswa jadi tambah males-malesan. Kenapa demikian, karena dalam tahap ini kita harus mengurus ribet nya prosedur pengambilan data. Kita harus membuat surat perizinan untuk berbagai lingkup instansi dan jika sudah di ACC makan kita pun baru boleh mengambil data penelitian. Dalam pengambilan data itupun juga tak mudah dan membutuhkan waktu yang lama supaya data yang kita peroleh valid dan bisa kita input ke dalam skripsi. Pengambilan data tiap mahasiswa dengan berbagai jurusan pun memang berbeda. Ketika sudah selesai dalam pengambilan data lalu tahap selanjutnya adalah mengolah data itu ke dalam bentuk deskripsi maupun tabulasi angka. Dan tahap ini pun perlu banget yang namanya kesabaran. Kalau salah sedikit saja, dosen akan meminta kita untuk merevisi. oh iya di saat pandemi Covid-19 ini memang kendala besar adalah pada saat pengambilan data di lapangan. Mahasiswa saat ini memang sangat galau perihal ini. Kalau kalian bagaimana sobat ?

Jika sudah benar dalam mengolah data, hal selanjutnya adalah konsultasi dengan dosen. Jika dosen tidak setuju akan revisi lagi, namun jika sudah setuju maka kita akan lanjut ke tahap akhir yaitu penulisan kesimpulan dan saran.

Disaat ini mungkin aku merasakan bahwa, lulus jalur covid19 yang saat ini sedang trend bagi mahasiswa. hehehe mungkin akan mendapat perhatian tersendiri. Pengalaman dari beberapa teman satu angkatan yang berbeda jurusan yakni ada sebuah fenomena unik. Karena harus tetap belajar secara daring di rumah maka sidang skripsi atau ujian skripsi yang seharusnya diadakan di kampus harus diadakan secara daring di rumah. Nah  bagi sebagian jurusan hal ini sangat menguntungkan. Tiap hari pasti ada mahasiswa yang sidang skripsi, namun aku yang menanti-nantikan hal itu belum juga terwujud. Mungkin karena kebijakan tiap fakultas dan jurusan yang berbeda-beda. Terkadang melihat story teman seangkatan yang sudah sidang skripsi duluan membuat hati ini bergetar. Kadang muncul pemikiran aneh, kenapa jurusan saya belum ada yang sidang, padahal jurusan lain sudah berlomba-lomba agar mahasiswa nya lulus tepat waktu. Namun aku pun tak patah semangat untuk terus menyelesaikan revisi ini demi menuju sidang skripsi.
Memang semua ini tidak terlepas dari semangat dan rencana dari Tuhan. Jika Tuhan memang belum merencanakan aku untuk sidang saat ini aku tetap harus bersabar. Karena aku yakin, semua rencana dari Tuhan pasti akan indah. Walaupun harus sedih melihat teman-teman yang sudah sidang untuk menuju ke tahap akhir wisuda, namun semua ini harus tetap di syukuri. Selagi kita masih semangat dan terus berdoa pasti Tuhan akan mendengarkan doa kita.
Oh iya bagi teman-teman yang belum sidang, dan masih mengerjakan revisian. Tetap semangat dan perbanyak doa. Semua akan indah pada waktunya. Hehehe


Mungkin ini lah sekedar keluh kesah seorang mahasiswa yang dilanda galau akut akibat terlalu banyak revisian skripsi dan menunggu entah kapan akan sidang dan wisuda. Namun kita harus tetap optimis bisa menyelesaikan itu semuanya

"KARNA SUKSES ITU BAGI TIAP ORANG BERBEDA, KITA TINGGAL MENUNGGU KAPAN DATANG WAKTU NYA"


Salam sukses dan semangat dari aku
Kalian Pasti Bisa






Tidak ada komentar:

Posting Komentar